Senin, 24 Oktober 2011

PEMBUATAN DAN PENGUJIAN SIFAT MEKANIK PLASTIK BIODEGRADABEL BERBAHAN DASAR POLY LACTID ACID (PLA) DAN PATI SAGU


PEMBUATAN DAN PENGUJIAN SIFAT MEKANIK PLASTIK BIODEGRADABEL BERBAHAN DASAR  POLY LACTID ACID (PLA) DAN PATI SAGU

Mhd Zainal Arif H (062244610009)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan mengetahui proses pembuatan Plastik Biodegradabel berbahan dasar PLA dan Pati Sagu sehingga dapat dibuat sampel Plastik Biodegradabel yang kemudian akan diketahui seberapa besar pengaruh penambahan Pati Sagu terhadap nilai kekuatan lentur, kekuatan tarik serta kekuatan impak dari plastik yang terbentuk.
Pembuatan dilakukan dengan cara mencampurkan bahan dasar Poly Lactid Acid (PLA) dan Pati Sagu Termoplastis, dimana terdapat empat variasi massa campuran antara PLA dan Pati Sagu, yaitu; 100% : 0%, 90% : 10%, 80% : 20%, dan 70% : 30%.  Proses dimulai dengan pembuatan Pati Sagu Termoplastis yang selanjutnya dicampur dengan PLA melalui proses ekstruksi yang hasilnya akan di hotpress untuk membentuk sampel uji. Sampel yang terbentuk akan diuji kekuatan lentur, tarik dan impaknya sehingga hasil pengujian dapat dianalisis.
Hasil penelitian menunjukkan penambahan Pati Sagu dalam campuran Plastik Biodegradabel memberikan pengaruh yang secara umum menambah sifat kelenturan dari plastik dimana pada uji lentur semakin besar kadar Pati Sagu dalam campuran semakin tinggi kekuatan lenturnya, dengan kekuatan lentur tertinggi sebesar 36,825 MPa dan terendah sebesar 30,546 MPa. Hal ini dikarenakan kandungan Amilopektin yang tinggi pada pati. Pada kekuatan tarik semakin besar kadar campuran Pati Sagu semakin kecil kekuatan tariknya dengan kekuatan tarik tertinggi sebesar 0,07422 Mpa dan terendah sebesar 0,03428 MPa. Nilai ini menunjukkan kesesuaian teori yang menyatakan bahwa pati sagu memiliki sifat yang cenderung lentur. Pada kekuatan impak semakin besar kadar campuran Pati Sagu semakin kecil kekuatan impakya dengan kekuatan impak tertinggi sebesar 0,00171 J/mm2 dan terendah sebesar 0,00156 J/mm2, sehingga secara aplikasi Plastik Biodegradabel berbahan dasar PLA dan Pati Sagu kurang baik digunakan dalam pembebanan dinamis dalam kapasitas besar.


Kata kunci : Plastik Biodegradabel, Poly Lactid Acid (PLA), Pati Sagu, Uji Lentur, Uji Tarik, Uji Impak

Selengkapnya kirim email ke : arifhutabarat@gmail.com 

 


Senin, 17 Oktober 2011

Inilah Orangnya

Inilah orangnya yang rela berkorban dan menyediakan waktunya setengah tahun penuh untuk menyelesaikan urusanmu
Inilah orangnya yang mau membagi apapun dan tidak meminta imbalan apapun bahkan ketika engkau malah memberikan banyak hal kepada orang lain sedangkan kepadanya tidak
Inilah orangnya yang tidak menuntut haknya bahkan ketika dia diabaikan
Inilah orangnya yang rela diusir dan dimarahi orang hanya untuk dirimu dan orang yang kamu kasihi
Inilah orangnya yang siap menutupi keadaanmu ketika banyak orang mencercamu
Inilah orangnya yang tidak kamu anggap itu sedang dia memposisikan dirimu ditempat yang tinggi
Inilah orangnya yang terkadang menggemgam tanganmu karena resah dihatinya
dan Inilah orangnya yang siap menunggumu seharian penuh dalam kesendirian
Inilah orang yang bodoh itu, karena berkorban untuk sesuatu yang tidak akan pernah ia peroleh...

Minggu, 18 September 2011

Antara Rembulan dan Burung

Ketika disuatu keadaan dalam tidur, aku memimpikan dua rembulan yang hampir sama ukurannya bersinar redup. Walaupun demikian rembulan yang lebih besar masih lebih jelas sinarnya dari pada rembulan yang kecil. Rembulan yang besar itu menengadah dan seolah menatap kepadaku untuk menceritakan keadaannya, kuhampiri dia dan kuteguhkan dia sehingga cahayanya lebih indah dan menerangi rembulan yang kecil itu. Disaat itu, ingin ku raih rembulan yang besar itu untuk menemaniku sejenak saja, tetapi dia malah berdiam diri tidak mendekat dan tidak menjauh.
 Aku bingung apakah dia menanti atau ingin memilih, tetapi aku sadar bahwa untuk apa merindukan rembulan yang tinggi sedangkan di Bumi Masih tak Kukenali
Pada malam lainnya, di tengah sebuah sawah yang baru saja dipanen aku menemukan dua ekor burung pemakan biji didalam sangkar yang kering kerontang, dalam sangkar itu tidak ada makanan maupun setitik air, kuperhatikan isinya, seekor dari burung tersebut seperti sudah tidak bernyawa lagi, dan seekor lagi berada dalam kebingungan dalam sangkarnya.
Aku ketakutan, entah dari dalam sadar atau dalam mimpi aku merasakan betul ketakutan itu, maka aku sirami sangkar itu dengan air. Aku tidak tau air apa itu tetapi aku melihat bagaimana kedua burung itu merasakan kesegaran yang indah. Aku menyaksikan bagaimana burung yang tadinya sekarat itu kini mampu berdiri dan meraih air itu, sedang burung yang satunya lagi sudah mampu terbang. Melihat itu, aku buka sangkarnya dan kulepaskan burung yang lebih kuat itu agar ia mampu mencari makannya.
Sejenak kutinggalkan sangkar itu agar aku mampu mencari makan untuk burung yang seekor lagi.
Ketika aku berpaling kembali kepada sangkar itu, bagaimana aku melihat burung yang satu lagi telah memberi makan burung yang lainnya. Aku bahagia, setidaknya mereka hidup, namun entah mengapa ketika burung yang satunya ternyata tidak mampu melepaskan diri dari sangkar itu, burung yang memberi makan itu, malah pergi meninggalkannya.
Aku terpana, bagaimana mungkin setelah dia memberi makan karena tak mampu keluar dari sangkar, burung itu meninggalkannya. tetapi aku tidak membiarkan begitu saja.
Aku kembali dan aku lepaskan burung itu dari sangkarnya, agar ia terbang dan bebas menentukan hidupnya untuk memilih dan melihat apakah takdir dan keadaan itu berada ditangannya atau di Tangan Tuhannya.
Apakah kedua mimpi ini memiliki hubungan? aku bingung!
mimpi ..
hal indah, sepi, sedih, susah dan lainnya
adalah keadaan dimana seseorang memiliki dunianya sendiri
keadaan dimana tidak seorangpun berhak ikut campur dalam keadaannya
dan keadaan dimana hanya ada dua tokoh pelihat dalam ragam tokoh pelaku
Sipemimpi dan Tuhannya.

Kisah asli:
Mhd Zainal Arif H
zairifblog.blogspot.com

Sabtu, 17 September 2011

Keadaan Tidak Pasti

Beberapa hari ini cukup menyibukkan yang diselingi keindahan dan tentunya juga banyak kesedihan, setelah membuka beberapa bait Kalimat Suci kembali aku membayangkan bagaimana aku bermain dengan sebuah kesudahan yang tidak akan baik dan tidak akan membahagiakan.
Tetapi, aku juga tidak mau munafik untuk mengakui keadaan yang membelengguku, aku terkesima oleh hal yang sama sekali tidak berpihak kepadaku, bahkan mengabaikanku. Aku merasakan terabaikan ditengah begitu besarnya rasa yang ada.
Saat aku merelakan segalanya, karena aku paham, bagaimana aku hidup dalam keadaan selalu mengalah bahkan dalam hakku sekalipun, aku tidak berani menuntut, aku hanya akan diam dan diam walau sejuta kekecewaan menimpaku,
Tuhanku yang Luar biasa memberikan karunia tidak terbatas sehingga keadaan yang sering menyiksaku hanya kuadukan kepada-Nya. aku bingung harus menulis apa,,,, biarlah aku hidup dalam sepi ini.

Rabu, 03 Agustus 2011

Kesediaan

Wahai Tuhan Yang Maha Baik, aku bersyukur dihari ini aku masih bisa menjalankan Ibadah Puasaku yang tentunya hanya Engkau yang akan menjadi penilai ibadah ini. Tuhanku, kembali aku lampiaskan kesedihan ini kepada-Mu, karena hanya kepada-Mulah aku mampu mengutarakan setiap hal yang penuh rahasia dan penuh kekeliruan. Tuhanku yang maha baik, disaat aku merasa sudah saatnya mencukupkan semua itu maka diselang beberapa saat runtuhlah kekuatan itu. Aku tidak tahu apakah iblis yang menggodaku atau takdirkah yang menentukan langkahku.
Tuhan....
Jangankan mampu menatap keindahan, terkadang bertahan saja sulit bagiku, aku seperti pria tak tahu diri seolah mengerti tapi tidak paham sama sekali. Diabaikan? mungkin tidak, aku terkadang merasa menyesal terhadap sesuatu yang aku mintakan untuk dijadikan janji, karena kekeliruan maka janji itu tidak akan terpenuhi sedikitpun.
Maha Besar Engkau Tuhanku,,,,
Karena pada saat ini, aku tidak mempropangandakan keadaan ini karena memang tidak layak sama sekali, mungkin firasat atau keadaan sudah membuka tabir untuk beberapa orang. Tetapi ketentuan untuk bernilai tidak maupun bernilai ya, bukan ditanganku, karena aku bukan penentu kesudahan. Sebenarnya aku sudah tahu kesudahan ini, kebodohanku adalah masih menjadikan sebuah harapan kosong untuk sebuah pertahanan.
Tuhanku Yang Maha Berkehendak...
Telah aku usahakan semampuku, telah aku luangkan hal-hal yang sebetulnya hanya kebodohanku,
Sola restu dan izin Engkau lah yang menentukan, maka aku hanya mampu menerima dan berharap
segera ada ketentuan dan kekuatan untukku untuk sebuah kesudahan.
Semoga aku mampu bertahan untuk sesuatu yang aku tidak tahu akhirnya.

Sabtu, 23 Juli 2011

Kapankah?

Jika seandainya ada sedikit kebahagiaan dimalam ini maka betapa aku akan mampu mempertahankan diri, tetapi itu tidak akan pernah aku dapatkan karena kutahu siapa aku.
Jiwa yang kesepian dan kesakitan akan menjadikan betapa sulit untuk mendapatkan sebuah kehangatan dari sesuatu yang salah
Kapankah datang keindahan itu Tuhanku karena aku rindu dengan kebahagiaan
Karena sesungguhnya betapa malangnya hati yang kecewa dan cemburu ini
Tuhanku, kapan kesedihan ini berakhir
Karena aku tertekan dan tidak mampu bicara untuk  sesuatu yang memang tidak untuk dibicarakan.
Ha,,,,,
Jiwa, kapan kesucian dan kedamaian juga kelengkapan akan datang, jika masih lama sebaiknya aku sudahi segala ini dengan kesedihan dan kerelaan.
Tapi kedamaian dan kekuatan entah akan ada setelah itu, hanya jiwa yang kesepian inikah yang akan bertahan. Malang memang, tapi mau bagaimana lagi,,,,,
Aku bukan malaikat dan aku juga tidak mau menjadi iblis, tetapi kerelaan demi kebahagiaan orang lain telah aku serahkan sepenuhnya. Lalu kapan giliranku?
Saat menuliskan kalimat ini, betapa senyumku mencuat tetapi hatiku merana, ,,,
Lagu Terry “ Sekali ini saja” dan “Sekedar  Sahabat”  juga lagu Ungu “Cinta dalam Hati” menemaniku membawa kepada rasa yang tertuang dalam sakit didada.
aku terlalu menerima setiap keadaan dengan semua pusat  salah ada padaku, barangkali memang benar akulah pusat salah. Tetapi mengapa harus begini.
“Wahai jiwa yang sakit, damailah” itulah perintah otak dan pikiranku untuk menenangkanku, tetapi nyatanya tetap saja tidak ada ketenangan. Artinya aku tahu bahwa pikiran tidak mampu mengontrol hati secara penuh, mungkin hanya orang-orang yang keliru yang mengatakan itu dan termasuk juga aku!
Ha..ha..ha...
Apalah itu,,
Sesaat seseorang yang baru kukenal menegorku dan mengatakan bagaimana tugasnya sudah siapkah, tulusnya perhatian itu. Alhamdulillah jika orang yang didekatku  tidak memberikan perhatian tulus ternyata Allah masih mengirimkan seseorang untuk sedikit menegur kesedihan ini.
Mungkin aku kurang bersyukur dengan apa yang kudapat sekarang, sehingga memang inilah jalan takdirku, Me*****mi tanpa di***** . Dasar,,,,,
Keadaan yang menjemukan seperti ini membawaku pada sedikit kesiapan untuk tetap mampu menuangkan gelisah dan lara dalam segumpal daging yang kecil yang hati. Entah kapan sidaging ini akan mampu bertahan memperjuangkan rasa yang terombang ambing dalam sikap yang entah kapan akan berakhir,
Kebanyakan mengeluh menyebabkan semuanya akan hampa tiada arti, ingin aku teteskan air mata sebagai pelepas duka, tetapi aku seorang pria, air mataku tertahan dipelupuk yang mungkin sudah menghitam karena tidur yang sama sekali tidak bermanfaat.
Separuh hati ini sudah buta dan rusak, dan pernah dalam doaku kulantunkan permintaan agar aku diberi hati yang baru. Tetapi sepertinya doa itu belum dapat diluluskan,,
Maka demi kesedihan, kekecewaan dan dosa karena kekeliruan ini, sudah sebaiknya aku pergi tanpa ada kebahagiaan dan tanpa ada pertanyaan.
sebaiknya memang demikian, kerena sepertinya lebih baik memendam dan menerima derita dan kasih ini sendirian kecuali Aku dan Tuhanku,,,,,

Jumat, 22 Juli 2011

Bertahan

Malam ini adalah adalah malam ke4 pelatihan, jujur ini bukan aku, tetapi aku harus berusaha membuatnya bahagia, aku tidak tau apakah aku salah atau benar, yang ku tahu aku berusaha untuk membuat seseorang senang. terkadang aku merasa aku hanyalah sebuah benda dengan keadaan yang menyedihkan  untuk suatu ketidak pastian ataupun keraguan untuk berbuat baik. tetapi niatku tulus tidak menginginkan kecurangan.
Sebenarnya aku berusaha untuk tidak memperkeruh masalah dan berusaha untuk menjadikan keadaan ini tidak rumit. tetapi jika memang harus demikian harapanku aku bukanlah sebuah pelampiasan, aku telah kecewa, cemburu, keliru dan menderita untuk sebuah yang tidak pasti dan pasti tidak akan pernah terwujud.
Saat ini, dikeheningan ini, dikesunyian ini yang kuyakini hanya satu yaitu Tuhanku sebagai harapan sekaligus penolongku. Mungkin memang tidak ada restu untuk harapan yang satu ini atau harapan yang satu lagi. maka sudah sepantasnya aku tidak mendapat apa-apa dari hubungan ini. yang kudapatkan ada kekeliruan dan kesedihan. mungkin juga cobaan atas kehendak yang salah.
tetapi siapa yang peduli......???
Mudah-mudahan bertahan hingga akhir!
zairif