Rabu, 03 Agustus 2011

Kesediaan

Wahai Tuhan Yang Maha Baik, aku bersyukur dihari ini aku masih bisa menjalankan Ibadah Puasaku yang tentunya hanya Engkau yang akan menjadi penilai ibadah ini. Tuhanku, kembali aku lampiaskan kesedihan ini kepada-Mu, karena hanya kepada-Mulah aku mampu mengutarakan setiap hal yang penuh rahasia dan penuh kekeliruan. Tuhanku yang maha baik, disaat aku merasa sudah saatnya mencukupkan semua itu maka diselang beberapa saat runtuhlah kekuatan itu. Aku tidak tahu apakah iblis yang menggodaku atau takdirkah yang menentukan langkahku.
Tuhan....
Jangankan mampu menatap keindahan, terkadang bertahan saja sulit bagiku, aku seperti pria tak tahu diri seolah mengerti tapi tidak paham sama sekali. Diabaikan? mungkin tidak, aku terkadang merasa menyesal terhadap sesuatu yang aku mintakan untuk dijadikan janji, karena kekeliruan maka janji itu tidak akan terpenuhi sedikitpun.
Maha Besar Engkau Tuhanku,,,,
Karena pada saat ini, aku tidak mempropangandakan keadaan ini karena memang tidak layak sama sekali, mungkin firasat atau keadaan sudah membuka tabir untuk beberapa orang. Tetapi ketentuan untuk bernilai tidak maupun bernilai ya, bukan ditanganku, karena aku bukan penentu kesudahan. Sebenarnya aku sudah tahu kesudahan ini, kebodohanku adalah masih menjadikan sebuah harapan kosong untuk sebuah pertahanan.
Tuhanku Yang Maha Berkehendak...
Telah aku usahakan semampuku, telah aku luangkan hal-hal yang sebetulnya hanya kebodohanku,
Sola restu dan izin Engkau lah yang menentukan, maka aku hanya mampu menerima dan berharap
segera ada ketentuan dan kekuatan untukku untuk sebuah kesudahan.
Semoga aku mampu bertahan untuk sesuatu yang aku tidak tahu akhirnya.