Rabu, 19 Juni 2013

Aku, Anak Kecil dan Sang Mentari

      Disuatu pagi ketika aku diam merenung di beranda rumah seorang Anak Kecil menghampiriku dan duduk disebelahku, dan akhirnya kami sedikit bercerita :

Anak Kecil : Kak, lihat deh matahari itu?
Aku               : Kenapa dengan mataharinya?
Anak Kecil : Sinarnya terang banget ya Kak?
Aku               : Iya, emang siapa yang bilang?
Anak Kecil : Guru kami, terus katanya lagi, kalau matahari itu yang bikin terang bumi dan isinya, hebat
                       ya kak?
Aku               : Bagian mana hebatnya dik?
Anak Kecil : Biarpun dia kecil, dia bisa menerangi semuanya, nanti aku ingin seperti matahari loh kak?
(Anak yang cerdas, Benakku !) aku terdiam, lalu dia melanjutkan ceritanya;
Anak Kecil : Aku ingin walaupun aku kecil dan sendiri, aku ingin menerangi banyak orang, aku ingin
                        semua orang dapat merasakan kebahagiaan yang baik ketika bersamaku,,
Sejenak aku terdiam, dan kemudian melanjutkan pembicaraan kami
Aku              : Kamu anak yang baik dik, mudah-mudahan Tuhan selalu melindungimu, dan jadilah
                        Sang Mentari yang terus menerus tanpa henti memberi kehangatan,,
Anak Kecil : Iya Kak, makasih ya Kak, saya pulang dulu  ya Kak!
Aku              : Iya dik, Terimakasih kembali !

      Dalam benakku aku berpikir, seharusnya aku yang berterimakasih kepadamu wahai Adik kecil, sungguh engkau orang yang luar biasa, dan esok hari engkau akan tahu bahwa betapa Sang Mentari itu bukanlah kecil seperti yang kamu lihat, dia sungguh besar dan kuat, seperti sinarnya, dan biarlah wahai Adik kecil orang lain mengganggap dan melihat kita kecil, tetapi akan ada orang-orang yang tahu betapa besarnya kita dan setiap orang semestinya memiliki itu

Pagi Yang Bermakna
Mhd Zainal Arif Hutabarat




2 komentar:

Nova Irwan Hasmy mengatakan...

Menginspirsi

Chandra Alsa mengatakan...

Mantap om..(y)

Posting Komentar