Senin, 11 Juli 2011

Permintaan di Kesunyian Hati

Demi kesudahan dari setiap resah ini,
Pada hakikatnya betapa malangnya keadaanku sebenarnya,
jika andai kata setiap kata aku utarakan, biarlah hanya untukku sendiri dan Engkau wahai Pemilik hati yang sunyi ini. Keadaan terhina aku rasakan padahal aku berada dalam ibadah dan menyedihkan sekali jiwa yang lemah ini. Seandainya ada kejujuran mungkin aku tidak akan begini.

Wahai jiwa yang kotor dan keliru
Wahai hati yang salah dan sakit
Betapa aku rasakan dosaku menggunung pada hari ini karena kebodohanku memang, aku tidak mampu mengontrol diri dan jiwa yang palsu ini padahal sekali lagi aku dalam ibadah.
Kesedihan menyelimutiku, mengapa harus diadakan keadaan yang ada, karena memang inilah kodratku.

Mungkin syetan membelengguku dalam lamunan, bahkan perkataan yg lebih dari itu mampu aku jadikan kebiasaan, tetapi mengapa hanya dengan itu, semua kurasa bagaikan benturan kenistaan akan sesuatu yang tidak memiliki apapun. Ingin aku sampaikan bahwa memang aku yang terlalu dan aku memang yang terlalu perasa, tetapi mengapa saat itu saja.

Wahai Ayah, Ibu...
Maafkan anakmu yang hampa dina ini, karena jujur anakmu berada dalam kekeliruan yang sangat.

Wahai Tuhanku...
Hamba tahu hamba adalah makhluk yang hina
tidak ada satupun yang mampu hamba banggakan di hadapan hamba-Mu
apalagi dihadapan-Mu, karena hamba dan keluarga hamba bukanlah apa-apa
dan siapa-siapa.
Hanya syukur yang mampu hamba lantunkan karena rasa ini, dan hamba mohon Peliharalah hamba dan keluarga hamba, begitu juga orang-orang yang hamba cinta dalam Pemeliharaan terbaik-Mu.

zairif.

3 komentar:

Albarra Harahap mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Albarra Harahap mengatakan...

bagus bang blognya...
rame dy...||

by : http://sharemyeyes.blogspot.com/

zairif hutabarat mengatakan...

Blogmu lebih keren.. dah abg liat pun...

Posting Komentar