Senin, 13 Juni 2011

Pandangan Tentang Manusia Menurut Agama Hindu

Manusia adalah atman dan pada hakikatnya “atman” itu ialah Brahman. Manusia tidak mempunyai kehidupan pribadi dan tidak mempunyai tanggungjawab perseorangan. Karena disesatkan oleh avidya (ketidaktahuan), manusia menganggap gejala-gejala kosmis itu sebagai suatu kenyataan. Jika manusia telah melebur ke dalam Brahman, maka lenyaplah segala perbedaan. Maka tak ada artinya lagi perbedaan antara kebajikan dengan keburukan, antara baik dengan jahat.

Dewasa ini di India, Etika itu disusun terutama di sekitar pengertian “Varna Dharma”. Berdasarkan pengertian ini, diuraikanlah kesanggupan moral manusia, dibentangkan juga moral jabatan dan akhirnya diterangkan kebajikan manakah yang diperlukan untuk memenuhi tugas-tugas jabatan dengan sebaik-baiknya. Dalam Agama Hindu Penciptaan, dan Kepercayaan Berbeda menurut gambaran Islam.
(Sebagian isi dari tulisan ini telah dihilangkan oleh Admin, karena telah menjadi perdebatan di beberapa pengunjung blog ) 
html code : << --hide_note--; $dlv.half.pf second; $dlv http://zairifblog.blogspot.com/2011/01/akhlak-dalam-ajaran-hindu.html;
$dlv; $dlv; >> 


8 komentar:

pande suteja mengatakan...

HINDU MENGENAL KEPERCAYAAN, YAITU SANGHYANG WIDHI WASA. ATMA AKAN MENYATU DENGAN BRAHMAN JIKA DALAM KEHIDUPANNYA SELALU BERBUAT YANG BAIK (MOKSA), JIKA DALAM KEHIDUPANNYA BERPRILAKU TDK BAIK MAKA ATMAN ITU AKAN DI LAHIRKAN KEMBALI ATAU DI SEBUT PUNARBAWA. JANGAN MEMBUAT ARTIKEL YANG TIDAK JELAS.....INGAT ITU.

Guli Mudiarcana mengatakan...

Hindu mengenal Tuhan sebagai pencipta yaitu Brahma.Seperti juga dalam Islam mengenal Asmahul husna, Hindu juga mengenal banyak nama-nama kemahakuasaan Hyang Widdhi, ada Brahma, Wisnu, Siwa dll.
Etika Hindu tertuang dalam berbagai rujukan seperti Tat twam asi/itu adalah saya, Trikaya parisudha/tiga hal yang perlu disucikan yaitu pikiran, kata-kata dan perilaku.dls.

Baca selengkapnya di :

http://dharmagupta.blogspot.com/2012/03/agama-terbesar-di-dunia-agama-hindu.html

http://dharmagupta.blogspot.com/2013/02/hindu-agama-yang-benar_8221.html

Anonim mengatakan...

artikel apa ini!?? tidak bermutu ! cuman karna berbeda agama dan kepercayaan saja anda sudah berbicara seperti itu! dimana jiwa nasionalisme mu yang mengatakan "berbeda-beda tetapi tetap satu jua" kamu bukan orang Indonesia! Orang Indonesia itu tahu arti Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika!!

Anonim mengatakan...

Kekurangan pengetahuan bisa menimbulkan salah paham. Yang mas zairif tulis di atas itu salah, saya yakin karena mas sebenarnya kurang tau tentang Hindu dan menuliskan hal-hal di atas hanya berdasarkan asumsi saja. Itu berbahaya lho, mas. Bisa menimbulkan perpecahan antar agama dan mencoreng nama Islam sebagai pengadu domba. Harap hati-hati mengulas hal-hal yang berbau SARA kalau tidak mau dicap sebagai biang kerok perpecahan antar agama ya mas

Anonim mengatakan...

Kok saya merasa aneh ya dengan yg koment2 disini,, yg dimuat oleh blog ini bukan menjelekkan agama hindu tetapi bagaimana pandangan manusia itu menurut hindu,, saya cukup paham dengan isinya,, bahkan sama sekali tidak ada tulisan menjelekkan atau menghina, silahkan dibaca lagi

Anonim mengatakan...

dan bagi yg merasa dalam ilmu agama hindunya silahkan baca buku "FILSAFAT NAWA DARSANA AJARAN PANCA SRADHA MENEMUKAN KEBENARAN " kutipan yang diblog ini diambil dari buku ini, dan bukan dari pendapat atau pengetahuan si pembuat blog, saya merasa yang koment langsung berpikir negatif duluan dan marah duluan sebelum menelusuri dan membaca dengan tenang,, itulah knapa sering terjadi perpecahan padahal maksud dari pembuat blog cuma menuliskan yang ia baca saja, bahkan satupun tidak ada kata menghakimi, bukan maksud membela yang punya blog ya.

Anonim mengatakan...

Kutipan tulisan di atas...
Tetapi di dalam agama Hindu Etika tidak mempunyai arti yang tetap. Agama Hindu tidak mengenal kepercayaan akan Allah, Sang Pencipta. Karena itulah tak dikenalnya pula kepercayaan akan penciptaan manusia menurut gambar Allah. Agama Hindu tidak melihat garis batas antara Allah dengan ciptaanNya. Dan dengan demikian tidak ada tempat bagi Etika di dalam arti yang sesungguhnya.

Memang tidak menjelekkan secara langsung.. tapi anda tidak memahami agama hindu secara mendalam.. bisa dikatakan tulisan ini dangkal..... secara implisit anda mengatakan bahwa agama hindu tidak mengenal etika... dimana etika sesungguhnya menurut anda adalah antara Tuhan dan ciptaanNya saja...
Anda juga menulis.. hindu tidak mengenal kepercayaan akan Sang Pencipta... sungguh sangat sangat dangkal... cobalah memahami dulu ajaran hindu baru belajar menulis kembali...
Kunci ajaran hindu adalah fleksibility... dalam memahami suatu yang fleksible.. tidak bisa berpatokan pada satu buku saja.. silahkan lebih banyak menggali dari buku2 yang lain

zairifblog mengatakan...

Admin :

Pertama Sekali saya ingin meminta maaf kepada para teman yang merasa tidak setuju dengan tulisan ini
yang kedua juga meminta maaf kepada para pembaca yang akhirnya menjadi berdebat dengan tulisan ini

selanjutnya kepada anonim yang telah menuliskan sumber bukunya, terimakasih telah memberitahukan bahwa memang isi dari tulisan ini berdasar pada kitab filsafat tersebut

Kemudian untuk teman teman lain yang tidak setuju, sama sekali Admin tidak berniat menjelekkan agama Hindu, tidak sama sekali, Maksud Kalimat :
"Tetapi di dalam agama Hindu Etika tidak mempunyai arti yang tetap. Agama Hindu tidak mengenal kepercayaan akan Allah, Sang Pencipta" ==> mohon kalimatnya tidak dipotong dan diteruskan kebagian akhir paragraf. Disini maksudnya adalah Sang Pencipta menurut gambaran Hindu dan Islam tentu berbeda, dan paragraf itu maksudnya bukan hindu tidak mengenal sang pencipta tetapi tidak mengenal Sang Pencipta dan Penciptaan Menurut Gambaran Tuhannya Agama Islam, bukan tidak mengenal sang pencipta, Mohon dimaklumi lebih dalam dan tidak membawa emosi.

Tetapi jika memang ingin mengkiritik silahkan diberikan tulisan dan saran bukan menghakimi, karena Tulisan ini bukanlah karangan pendapat pribadi saya tetapi saduran dan Potongan buku dan sumber lain, mohon di maklumi kembali.

"tetapi jika masih menurut saudara2 yang beragama Hindu itu juga salah bagi saya, maka sekali lagi sya minta maaf, dan saya akan menghilangkan sebagian tulisan pada paragraf kedua tersebut sehingga sauadara2 teman2 pembaca tidaklah akhirnya bertengkar, karena masalah agama ini sangat sensitif.
Sekali lagi saya tidak ingin memecah belah antar agama apalagi menjelekkan agama2 lain, karena itu tidak cocok untuk pribadi saya.

Apapun itu terimakasih atas kunjungan, kritik dan sarannya,
Admin.

Poskan Komentar