Minggu, 14 Februari 2010

Reinkarnasi dalam Hindu

REINKARNASI DALAM HINDUISME
                                    Dalam hindu filsafat reinkarnasi mengajarkan manusia untuk sadar terhadap kebahagiaan yang sebenarnya dan bertanggung jawab terhadap nasib yang sedang duterimanya. Selama manusia terikat pada siklus reinkarnasi , maka hidupnya tidak luput dari duka. Selama jiwa terikat pada hasil perbuatan yang buruk, maka ia akan bereinkarnasi menjadi orang yang selalu duka. Dalam filsafat hindu dan budha proses reinkarnasi memberi manusia kesempatan untuk menikmati kebahagiaan yang tertinggi. Hal ini tersebut terjadi apabila manusia tidak terpengaruholeh kenikmatan maupun kesengsaraan duniawi sehingga tidak pernah merasakan duka, dan apabila mereka mengerti arti hidup yang sebenarnya.
Dalam fisafat agama hindu reinkarnasi terjadi karena jiea harus menanggung hasil perbuatan pada kehidupannya yang terdahulu. Pada saat menusia hidup, mereka banyak melakukan perbuatan dan selalu membuahkan hasil yang setimpal. Jika manusia tidak semapat menikmati hasil perbuatannya seumur hidup, aka menikmati hasil perbuatannya yang belum sempat dinikmati. Selain diberi kesempatan menikmati, manusia juga diberi kesempatan untuk memperbaiki kehidupannya (kualitas).
Jadi, lahir kembali berarti lahir untuk menanggung hasil perbuatan yang sudah dilakukan. Dalam fisafat ini, bisa dikatakan bahwa manusia dapat menentukan baik-buruk nasib yang ditanggungnya pada kehidupan yang selajtnya. Ajran ini juga memberi optimisme kepada manusia. Bahwa semua perbuatan akan mendatangkan hasil, yang akan dinikmati sendiri, bukan orang lain.
Yang bisa bereinkarnsi itu bukanlah hanya jiwa manusia saja. Semua jiwa makhluk hidup memilii kesempatan untuk berinkarnasi dengan tujuan sebagaimana di atas (menikmati hasil perbuatan di masa lalu dan memperbaiki kualitas hidupnya).

Proses Renikarnasi
Pada saat jiwa lahir kembali, roh yang utama kekal namun raga kasarlah yang rusak, sehingga roh berpindah ke badan yang baru untuk menikmati hasil perbuatannya. Pada saat memsuki badan yang baru, roh yang utama membawa hasil perbuatan dari kehidupannya yang terdahulu, yang mengakibatkan baik-buruk nasibnya kelak. Roh dan jiwa lahir yang lahir kembali tidak akan mengingat kehisupannya yang terdahulu agar tidak mengenang duka yang bertumpuk-tumpuk di kehisupan lampau. Sebelum mereka bereinkarnasi, biasanya jiwa pergi ke surga atau neraka.
Dalam fisafat agama yang menganut faham reinkarnasi. Neraka dan surga adalah suatu tempat persinggahan sementara sebalum jiwa memasuki badan yang baru. Neraka merupakn suatu pengadilan agar jiwa lahir kembali ke badan yang sesuai dengan hasil perbuatannya dahulu. Dalam hal ini, manusia bisa bereinkarnasi menjadi makhluk bederajat sendah seperti hewan, dan sebaliknya hewan mampu bereinkarnasi mejadi manusia setelah mengalami kehidupan sebgai hewan selama ratusan, bahkan ribuan tahun. Neraka juga memutuskan apakah sutu jiwa harus lahir di badan yang cacat atau tidak.

Akhir Proses Reinkarnasi
Selama jiwa masih terikat pada hasil perbuatannya yang terdahulu, maka ia tidak akan mencapai kebahagiaan yang tertinggi, yakni lepas dari siklus reinkarnasi. Maka, untuk memperoleh kebahagiaan yang abadi tersebut, roh yang utama melalui badan kasarnya berusaha melepaskan diri dari belenggu duniawi dan harus mengerti hakikat kehidupan yang sebenarnya. Jika tubuh terlepas dari belenggu duniawi dan jiwa sudah mengerti makna hidup yang sesungguhnya, maka perasaan tidak akanpernah duka dan jiwa akan lepas dari siklus kelahiran kembali. Dalam keadaan tersebut, jiwa menyatu dengan tuhan (Moksha)

0 komentar:

Posting Komentar