Jumat, 19 November 2010

Tarian Suku Gayo (Tari Bines)

               Suku Gayo yang penuh keunikan hanya satu di permukaan bumi ini, yaitu Gayo Lues, Gayo Alas, dan Gayo Laut. Adapun perbedaannya hanya pada tempat tinggal saja. Pada dasarnya suku Gayo itu bercita-cita untuk menjadi suku yang maju dan dapat menjawab tantangan aman yang harus bersatu, tidak melihat perbedaan, tetapi lebih melihat persamaan, sehingga dapat membangun masa depan yang gemilang. Suku Gayo menjadi suku yang harus diperhitungkan untuk membangun bangsa dan negara Republik Indonesia yang sedang menangis ini. Salah satu upaya adalah menggali potensi budaya, sehingga dapat menumbuhkan kepribadian yang utuh dan dapat menjadi acuan atau pedoman dalam usaha menyusun langkah dan strategi untuk menghadapi masa depan yang cerah.
        Setiap pemberian identitas, pengenal atau nama dari sesuatu selalu dihubungkan dengan kronologi peristiwa yang berlatar belakang sejarah. Demikian pula halnya dengan nama yang disandang suku gayo. Mengenai pendapat tentang asal nama Gayo terdapat keragaman, dengan demikian belum ada data pasti dan penelitian khusus untuk mendapatkan keterangannya.
             “pada zaman dahulu terdapat serombongan pendatang suku Batak Karo ke Blangkejeren, mereka melintasi sebuah desa bernama Porang, tidak jauh dari perkampungan tersebut dijumpai telaga yang dihuni seekor kepiting besar. Lantas para pendatang ini melihat binatang tersebut dan berteriak Gayo…. Gayo… konon dari sinilah kemudian daerah tersebut dinamai dengan Gayo. (M.Z. Abidin, 2003 : 11)
              Untuk mengetahui asal-usul penduduk Gayo Lues, tidak terlepas kaitannya dengan kedatangan nenek moyang Bangsa Indonesia kepulauan Indonesia, yang dimulai lebih kurang 2000 tahun sebelum Masehi.
        “Disamping nama Gayo di atas ada juga disebutkan kata Gayo. Hal ini terejadi karena orang-orang tertentu tidak mengerti, bahwa yang sebenarnya adalah kata Gayo. (Nuridin Ar-Raniry, 1637 : 22)
             Adapun pada masyarakat Gayo Lues ini sangat terkenal dengan sebuah kesenian Bines, yang mana Tari Bines merupakan tarian tradisional yang berasal dari Kabupaten Gayo Lues. Kesenian budaya Tari Bines ini ditarikan oleh para wanita dengan cara duduk dan berdiri berjajar sambil menyanyikan syair yang berisikan dakwah atau informasi pembangunan. Dalam perkembangannya, Tari Bines mulai dimasukkan kedalam kisah-kisah lain didalam syairnya, sesuai dengan tuntutan waktu dan maksud pergelarannya tanpa merubah bentuk aslinya yang sudah dikenal masyarakat. Sesuai dengan perkembangan zaman Tari Bines ini dapat ditarikan dalam rangka apa saja, baik itu pada upacara pemotongan padi yang biasanya dilakukan pada masyarakat Gayo Lues ataupun pada acara perkawinan, dan acara besar lainnya. Perkembangan Tari Bines di Gayo Lues juga sudah sangat pesat, yang mana tarian ini sekarang sudah dikreasikan pada masyarakat Gayo Lues, dan juga sudah sering diperlombakan antara Kecamatan sampai-sampai sudah menjadi tarian yang inti di Gayo Lues.
             Sekilah sejarah tentang asal mula kesenian Tari Bines yang lahir dari seekor gajah putih yang merupakan sebuah tunggakan dari seorang Raja Aceh Gayo yang pertama. Seiring berjalannya raja dengan menunggangi gajah tersebut, tiba-tiba gajah putih yang ditunggangi berhenti di tengah jalan, dan akhirnya mengakibatkan jalan itu menjadi terhalang. Lalu untuk membuah gajah itu berjalan kembali, maka dikumpulkan pada muda-mudi yang ada disekitar jalan tersebut untuk mengusir gajah tersebut dengan mengelilinginya sambil menepuk tangan dan bersorak agar gajah tersebut mau pergi. Maka, tepukan tangan para muda-mudi tersebut sambil mengelilingi gajah putih itu menjadi awal dari lahirnya Tarian Bines.
               Mengenai perkembangan Tari Bines di Gayo Lues ini, dilakukan agar masyarakat di Gayo Lues lebih dapat mengembangkan lagi Tari Bines ini, dan dilestarikan sampai turun temurun. Selain itu penelitian ini juga dilakukan untuk lebih memahami sejarah dan asal mula dari mana Tari Bines ini berasal. Pada dasarnya Tari Bines merupakan tarian yang berasal dari Gayo Lues, jadi untuk penelitian ini juga dapat dilakukan untuk mengetahui bagaimana orang Gayo memiliki dan membudayakan sejumlah nilai budaya sebagai acuan tingkah laku untuk mencapai ketertiban, disiplin, kesetiakawanan, gotong royong, dan kerajinan.
            Tari adalah suatu ekspresi jiwa manusia yang bersifat estetis, kehadirannya tidak bersifat independen. Dilihat secara tekstual, tari dapat dipahami dari bentuk dan teknis yang berkaitan dengan komposisinya atau teknik penarinya. Dilihat secara kontekstual yang berhubungan dengan ilmu sosiologi maupun antropologi, tari adalah bagian imanent dan integral dari dinamika sosio-kultural masyarakat. Kehadiran tari itu sesungguhnya tak akan lepas dari masyarakat pendukungnya, sehingga keberadaan tari dengan lingkungannya benar-benar merupakan masalah sosial yang cukup menarik. Bila diperhatikan dengan cermat, tari-tarian yang ada di Indonesia ada yang merupakan ekspresi jiwa yang dikuasai oleh akal dan adapula yang dikuasai oleh rasa emosi. Selain itu, tarian yang indah itu bukan sekedar gemulai, tetapi bagaimana bentuk tari itu mengungkapkan makna maupun pesan tertentu sehingga dapat mempesona. Sehingga dapat didefinisikan tari adalah ekspresi jiwa manusia melalui gerak – gerik ritmis yang indah.
                 Disamping itu adapula bentuk kesenian seperti : Tari Guel, Tari Manalu, Didong, dan Sebuku, yang juga tidak terlupakan dari masa kemasa, karena orang Gayo kaya akan seni budaya. Dalam seluruh segi kehidupan, orang Gayo memiliki dan membudayakan sejumlah nilai budaya sebagai acuan tingkah laku untuk mencapai ketertiban, disiplin, kesetiakawanan, gotong royong dan rajin.
        Bagaimana perkembangan dan peranan Tari Bines di Gayo Lues? Pada dasarnya Tari Bines ini merupakan tarian yang ditarikan tanpa menggunakan istrumen musik melainkan dengan menggunakan nyanyian dari hati yang berisikan syair-syair dan nasihat-nasihat yang berguna. Adapun Tari Bines ini pementasannya dapat dilakukan dipanggung maupun dilapangan terbuka, sesuai dimana tarian ini diadakan. Pada motif gerak dalam Tari Bines ini adalah bermacam-macam Tari Bines ini dilakukan dengan gerakan bergoyang pinggul sambil menepuk-nepuk tangan dengan badan agak sedikit membungkuk, dan ada juga yang mengayunkan kedua tangan sambil memetik – metik jari. Gerakan ini dilakukan dengan cara melingkar sambil bersyair, begitulah gerakan-gerakan Tari Bines.



0 komentar:

Posting Komentar